Rokok, Racun Yang Disukai


Pernahkah Anda melihat pada bungkus ataupun pada iklan rokok, sebuah tulisan peringatan  “  merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin “?, sering tentunya. Berbagai macam penyakit yang dapat timbul dengan mengkonsumsi rokok, ‘cemilan’ sehari-hari bagi sebagian masyarakat di sekitar kita, tertuang di tulisan tersebut. Bila Anda berpikir secara sehat, betapa mengerikan bukan, feedback yang ditawarkan oleh rokok tersebut. Semuanya itu dapat menyebabkan kematian, sesuatu yang sebagian besar orang tidak inginkan! Wow..,luar biasa!
Aneh tapi nyata, sumber penyakit itu berkeliaran di dekat kita, tanpa dapat kita sadari atau pun kita larang agar orang- orang berhenti untuk mengkonsumsi rokok. Padahal, bahaya perokok pasif alias bagi orang yang tidak merokok, justru lebih besar daripada orang yang mengkonsumsi rokok tersebut. Timbul berbagai pertanyaan yang mungkin muncul, “apa untungnya sih, merokok?”, “kenapa orang-orang menyukai rokok?”, “apa mereka tidak tahu, bahaya yang disebabkan oleh rokok?”, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang berputar-putar di kepala kita.
Ada berbagai alasan mengapa orang-orang tersebut menyukai barang yang seharusnya dijauhi. Pertama, bagi seorang laki-laki, merokok dapat menunjukkan bahwa dia merupakan laki-laki sejati. Lihatlah iklan-iklan yang ditayangkan produsen rokok, seolah-olah orang yang merokok itu mempunyai nilai lebih bagi laki-laki tersebut. Tapi, benarkah demikian? Mungkin benar, karena bagi orang yang merokok akan lebih mudah terkena penyakit yang telah disebutkan di atas tadi.
Alasan yang kedua, rokok sudah menjadi budaya dan warisan. Budaya dan warisan? Benarkah seperti itu?. Mari kita lihat sekeliling kita. Seringkah Anda melihat pemandangan tanpa melihat orang yang merokok, terutama di kota-kota besar? Rasanya sulit sekali untuk mancari pemandangan seperti itu. Rokok sudah menjadi budaya bagi kita, dan warisan dari orang-orang sebelum kita. Mungkin hanya sedikit, orang tua yang merokok, tetapi anaknya tidak, dalam hal ini kasusnya adalah anak laki-laki. Dan mungkin masih banyak alasan lain yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.
Sudah tidak sayangkah kita, pada diri dan lingkungan kita sendiri? Sedemikian parahkah, kesadaran orang-orang akan bahaya merokok? Saya yakin, orang tidak butaa akan tulisan yang ada pada iklan atau bungkus rokok. Satu hal yang paling mudah, mulailah dari diri sendiri untuk lebih mengharagai kesehatan yang diberikan oleh Tuhan, seraya berdo’a agar orang-orang di sekitar kita sadar, betapa bahayanya akibat yang akan timbul bila mengkonsumsi rokok.

No Response to "Rokok, Racun Yang Disukai"

Poskan Komentar